Popular Posts

Wednesday, 31 August 2016

NASEHAT EMAS ASY SYAIKH RABI' BIN HADI ALMADKHOLY HAFIDZAHULLAH TERHADAP BEBERAPA MASALAH MANHAJIYYAH DI INDONESIA

INI FAKTA BUKAN FITNAH:
📊📜🔐
•---°°°---•
🚇NASEHAT EMAS ASY SYAIKH RABI' BIN HADI ALMADKHOLY HAFIDZAHULLAH TERHADAP BEBERAPA MASALAH MANHAJIYYAH DI INDONESIA

بسم اللـــه الــــــرحمن الــــــــرحيم

Ringkasan Nasehat Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali dalam kesempatan jalsah (pertemuan) bersama para du’at Indonesia, di rumah beliau di daerah Al-’awali Makkah Al-Mukarramah, Ramadhan 1433 H.

📂TENTANG MENINGGALKAN SEBAB-SEBAB PERSELISIHAN

Beliau menasehatkan untuk meninggalkan semua sebab yang mengantarkan pada perselisihan (Khilaf), dan menasehatkan untuk berlemah- lembut, menjaga lisan, dan saling berukhuwwah serta saling merekatkan hati.

Juga senantiasa waspada dari syaithan yang berupaya menimbulkan perpecahan antar salafiyyin.

📂TENTANG RADIO RODJA

❚ [a] Asy-Syaikh Rabi’ ~hafidzahullaah~ berkata: “Barangsiapa yang masih menghormati manhaj dan aqidahnya maka hendaknya dia tidak mendengar mereka (radio Rodja), adapun barangsiapa yang tidak menghormati manhaj dan aqidahnya, maka silakan dia mendengarkannya.”

❚ [b] Asy-Syaikh Rabi’ ~hafidzahullaah~ berkata:  “Aku nasehatkan kepada ikhwah agar menjauhkan diri dari mendengarkan Radio Rodja.”

❚ [c] Kemudian beliau (Asy-Syaikh Rabi’) mengingatkan kami dengan atsar dari Ayyub as-Sakhtiyani dan Muhammad bin Sirin tentang sikap tidak mau mendengar ucapan ahlul bid’ah, yaitu tatkala ada seorang ahlul bid’ah mengatakan kepadanya, “Aku akan bacakan kepadamu satu ayat.” Maka keduanya menjawab, “Tidak.”

❚ [d] Kitab-kitab salaf sudah mencukupi kita dari mendengarkan radio Rodja dan segala isinya.

❚ [e] Radio Rodja menyebabkan terjadinya perselisihan antar salafiyyin. maka beliau memerintahkan untuk meninggalkannya.

❚ [f] Ihyaut Turats, ‘Ali Hasan, dan Abul Hasan, adalah di antara pihak-pihak yang paling keras permusuhannya terhadap ahlus sunnah.

❚ [g] Orang-orang awam TETAP HARUS diperingatkan dari bahaya radio Rodja. Karena salaf dulu juga mentahdzir orang awam dari bahaya Ahlul Bid’ah.

📂TENTANG YAZID ABDUL QADIR JAWWAS, SALAH SATU TOKOH BESAR RODJA

Asy-Syaikh Rabi’ menyatakan bahwa Yazid hanya sekedar memakai baju salafiyyah. Beliau tidak ridho kalau dikatakan Yazid adalah salafi, ataupun salafi goncang.

📂TENTANG TURUT ANDILNYA ASY-SYAIKH ‘ABDURRAZZAQ DI RADIO RODJA

Asy-Syaikh Rabi’ menegaskan bahwa hal ini tidaklah menjadi justifikasi (pembenaran) untuk mendengarkan Rodja. Kata beliau, Asy-Syaikh ‘Abdurrazzaq tertipu dengan mereka (para turatsiyyin).

📂TENTANG PARA PENGISI DI RADIO RODJA

Ketika disebutkan, bahwa para pengisi Rodja menetapkan manhaj salaf, maka Asy-Syaikh Rabi’ menjelaskan bahwa urusan mentabdi’ seseorang tidak mesti bahwa semua yang ada pada diri si mubtadi‘ bertentangan dengan manhaj salaf, dan kondisinya jelas seratus persen ibarat matahari seperti Safar, Salman, ‘Ali Hasan, dan Abul Hasan.

Ya’qub bin Syaibah dibid’ahkan oleh para ‘ulama hanya karena satu perkara. Seseorang terkadang keluar dari salafiyyah karena satu perkara!!

📂MENCARI/MENELITI KESALAHAN ORANG LAIN

Kesalahan apabila sudah tersebar, maka tidak boleh didiamkan.

Asy-Syaikh Rabi’ mengatakan:

“Seorang yang salah wajib dinasehati. Yang salah wajib untuk segera rujuk dengan mudah. Dulu ‘Umar bin Al-Khaththab seorang yang waqqaf (tunduk) dengan Kitabullah.

Jadilah kalian orang-orang yang waqqaf terhadap Kitabullah. Seorang mukmin itu lunak dan mudah (kembali kepada Al-haq).”

📂JA'FAR UMAR THALIB

Ketika ada yang mengatakan kepada Asy-Syaikh Rabi’, bahwa sebagian ikhwah menutup pintu taubat bagi Ja’far ‘Umar Thalib, maka Asy-Syaikh Rabi’ menyebutkan sebuah hadits tentang Khawarij:

يَخرُجُونَ مِنَ الدِّينِ ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ إِلَيْهِ

"Mereka keluar dari agama, kemudian tidak kembali lagi padanya".

Kemudian beliau (Asy-Syaikh Rabi’) berkata,

“Aku telah menasehatinya, aku telah menasehatinya, aku telah menasehatinya, dan aku tidak berharap lagi.”

🔻🔻[ 1/2 ]🔻🔻

🔻🔻[ 2/2 ]🔻🔻

✏Naskah Kesimpulan tersebut dibacakan oleh Asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri di hadapan Asy-Syaikh Rabi’, dan beliau pun menyetujuinya.

💻Rujukan: Dari situs Salafy.Or.Id dan WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

🕋•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•🕋
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Bantahan #Tahdzir #rodja #halabi #ruhaili #sururi #turatsi #ikhwani #mlmm

Read more ...

APA ITU MANHAJ SALAF?

Fawaid Ilmiyyah:
*🏕🌅 APA ITU MANHAJ SALAF❓*

🎗 Definisi dan asal muasalnya

☀ Manhaj adalah : Jalan dan metode yang jelas.

➡ Yang dimaksud di sini adalah :
Metode dan langkah yang tergariskan dengan jelas, agar sampai pada pengetahuan tertentu.

🔹Kata *SALAFI* nisbah kepada *SALAF*. Setiap orang yang mendahuluimu, dari ayah-ayahmu dan kerabat-kerabatmu, maka mereka itu salaf (pendahulu)mu.
👉🏻 Bentuk kata jama'nya adalah *SILAF* atau *ASLAF"*. Kaum silaf maknanya : orang-orang terdahulu.

🔺Yang dimaksud di sini adalah :
"Apa saja yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya radiallahu'anhum berada di atasnya, demikian pula orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik."

🔅Sehingga *MANHAJ SALAF* adalah :
Jalan yang tercapai dengannya kemurnian mengikuti apa saja yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada di atasnya.

📌Atau bermakna : Berjalan di atas metodenya para shahabat dalam mengikuti Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, dan berpegang dengan riwayat hadits.

⏹ Nisbah kepada *SALAF* adalah  *SALAFI*. Sungguh penisbatan ini sering disebutkan di banyak tempat dari ucapan para ulama.

*▶ AS-SALAFIYYAH* adalah jalannya ahlul hadist, yang mereka itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

☑Inilah nama-nama mereka :
🔹Ahlul Hadist
🔸Ahlus Sunnah wal Jama'ah
🔹Salafiyyun
🔸Atbaa'u as-salaf

✅Allah ta'ala berfirman :
(ومن يشاقق الرسول من بعد ماتبين له الهدى ويتبع غير سبيل المؤمنين نوله ماتولى ونصله جهنم وساءت مصيرا)

"Barang siapa menentang Rasulullah dan mengikuti selain jalan kaum mukminin, niscaya Kami palingkan dia ke mana dia berpaling, dan Kami masukkan dia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam merupakan sejelek-jelek tempat." [ an-Nisaa : 115 ]

🛣 Jalannya kaum mukminin, yang pertama kali masuk adalah : apa saja yang di atasnya para sahabat ridwanullah-alaihim.
👉🏻 Sehingga keluar dari jalan mereka berarti merupakan perbuatan 'mengikuti selain jalan kaum mukminin'.

🔑Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda :

(عليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين من بعدي)
"Wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafa' ar-rasyidin yang terbimbing setelahku"

📚al-Manhaj as-Salafi, Ta'rifuhu wa Simatuhu wa Da'watuhu al-Ishlahiyyah

✍🏻Karya asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Read more ...

Sunday, 28 August 2016

Ibadah yang Paling Utama

Ibadah yang Paling Utama

Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar

Dalam hal memandang amalan ibadah yang paling afdal, paling bermanfaat, dan paling tepat untuk diprioritaskan oleh seorang hamba, manusia terbagi menjadi beberapa kelompok. Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah menyebutkan pandangan tersebut dalam kitab Madarij as-Salikin dan menguatkan salah satunya. Pendapat yang dipilih oleh al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah ini juga disebutkan oleh al- Imam al-Miqrizi dalam kitab beliau, Tajrid at-Tauhid al-Mufid . Berikut ringkasan yang mereka berdua sampaikan dengan sedikit perubahan dari kami sebagai penjelasan makna. Wallahu a’lam bish-shawab .

Ibadah yang paling afdal ialah beramal sesuai dengan keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala di setiap waktu, dengan amalan yang paling dituntut dan paling sesuai dengan kondisi saat itu.

Ibadah yang paling afdal saat dikumandangkan seruan jihad ialah memenuhinya dan berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta, walaupun membuatnya terhalangi mengerjakan shalat malam dan puasa yang biasa dia lakukan. Bahkan, walaupun hal ini membuatnya terhalang dari menyempurnakan rukun-rukun shalat wajib.

Contoh lain, saat seorang tamu datang, maka ibadah yang paling afdal adalah menyambut dan melayaninya, walaupun hal ini menyibukkannya dari mengerjakan ibadah-ibadah sunnah yang lain.

Ibadah yang paling afdal di sepertiga malam terakhir adalah menyibukkan diri dengan shalat, membaca al-Qur’an, berzikir, beristighfar, dan memanjatkan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala .

Ibadah yang paling afdal saat ada orang yang membutuhkan pengarahan tentang masalah agama dari Anda adalah memfokuskan diri untuk membimbing dan mengajarkan ilmu kepadanya.

Ibadah yang paling afdal saat datangnya waktu shalat fardhu lima waktu adalah bersemangat dan bersungguhsungguh mengerjakannya sesempurna mungkin, bersegera mengerjakannya di awal waktu, keluar menuju masjid untuk mengerjakannya secara berjamaah. Semakin jauh masjid yang dituju, maka semakin afdal.

Ibadah yang paling afdal saat ada orang yang membutuhkan bantuan adalah membantunya semaksimal mungkin dengan tenaga, harta, atau kedudukan. Anda memfokuskan kegiatan untuk mencurahkan bantuan dan lebih memprioritaskan hal itu daripada amalan sunnah yang lain.

Ketika sedang membaca al-Qur’an, yang paling afdal adalah memusatkan hati dan pikiran untuk mentadabburi dan memahami kandungan maknanya hingga seakan-akan Allah subhanahu wa ta’ala sendiri yang langsung berfirman kepada Anda dengan al-Qur’an tersebut. Anda pusatkan hati dan pikiran untuk mentadabburi dan memahami maknanya serta membulatkan tekad untuk melaksanakan perintah yang ada di dalamnya. Anda lakukan semua itu melebihi seorang yang sedang memusatkan hati dan pikirannya ketika sedang membaca surat perintah dari seorang kepala negara.

Saat wukuf di padang Arafah, ibadah yang paling afdal adalah bersungguh-sungguh merendah, berdoa, dan berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala . Hal ini lebih utama daripada berpuasa yang menyebabkan diri lemah untuk berdoa dan berzikir pada hari itu.

Pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang paling afdal adalah memperbanyak ibadah, terkhusus bertakbir, bertahlil, dan bertahmid. Ini semua lebih afdal pada hari itu daripada berjihad yang bukan wajib ‘ain .

Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, yang paling afdal adalah menetap di masjid, menyendiri beribadah, dan beriktikaf. Ini semua lebih baik daripada berbaur dan bercengkerama bersama manusia pada saat itu. Bahkan, hal ini lebih afdal daripada menyampaikan ilmu agama dan mengajarkan al-Qur’an pada sepuluh hari tersebut, menurut pendapat jumhur ulama.

Ibadah yang paling afdal saat ada saudara muslim tertimpa sakit atau meninggal adalah menjenguk atau melayat dan mengantarkan jenazahnya. Ini hendaknya lebih diprioritaskan daripada Anda berkonsentrasi beribadah seorang diri.

Ibadah yang paling afdal saat Anda ditimpa ujian dan gangguan dari manusia adalah melaksanakan kewajiban bersabar atas gangguan mereka. Anda tetap berbaur dan tidak lari meninggalkan mereka. Sebab, seorang mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih afdal daripada seorang mukmin yang tidak mengalami ujian berupa gangguan dari manusia.

Berbaur dengan manusia dalam urusan kebaikan lebih afdal daripada mengasingkan diri dari mereka.

Mengasingkan diri dari manusia dalam urusan kejelekan lebih afdal daripada berbaur dengan mereka saat itu. Akan tetapi, apabila dia tahu bahwa jika berbaur dengan mereka dirinya mampu menghilangkan kejelekan tersebut atau meminimalkannya, berbaur dengan mereka lebih afdal.

Ibadah yang paling afdal di setiap waktu dan kondisi adalah memprioritaskan keridhaan Allah
subhanahu wa ta’ala pada setiap waktu dan kondisi tersebut. Anda menyibukkan diri dengan kewajiban yang dituntut untuk dilaksanakan pada waktu tersebut, melaksanakan tugas dan keharusan yang sesuai dengan waktu serta kondisi.

Mereka inilah hamba-hamba yang bebas dan fleksibel, sedangkan selain mereka adalah hamba yang kaku dan terikat; hamba yang fleksibel dan tidak terikat dengan suatu ibadah tertentu. Kesibukan utamanya hanyalah mencari keridhaan Rabbnya, di manapun keridhaan-Nya berada. Di situlah poros peredaran ibadah mereka, mencari ridha Rabb semata.

Dia terus-menerus berpindah dari satu amalan ibadah ke amalan ibadah lainnya. Setiap tampak baginya tingkatan ibadah yang paling afdal, dia segera menyibukkan diri untuk mengamalkannya hingga tampak baginya tingkatan lain yang lebih afdal untuk dikerjakan saat itu. Demikianlah kegiatan kesehariannya hingga akhir perjalanan hidupnya.

Jika memerhatikan orang-orang yang ilmu keagamaannya mendalam, Anda akan melihat dirinya bersama mereka.

Ketika memerhatikan orang-orang yang gemar beribadah, Anda akan melihat dirinya bersama mereka pula.

Ketika memerhatikan pasukan mujahidin, Anda pun akan melihatnya di antara mereka.

Saat memerhatikan orang-orang yang gemar berzikir, Anda juga akan melihatnya bersama mereka.

Jika memerhatikan orang-orang yang gemar bersedekah dan berbuat baik, Anda melihatnya lagi di tengah-tengah mereka.

Jika memerhatikan orang-orang yang selalu memusatkan hatinya untuk Allah subhanahu wa ta’ala , Anda pun akan melihatnya bersama mereka.

Setiap orang yang baik akan merasa nyaman jika dia ada. Sebaliknya, orang yang jelek akan merasa sesak dengan keberadaannya.

Dia bagaikan hujan, di manapun singgah akan memberikan manfaat.
Bagaikan pohon kurma, seluruh bagian dirinya bermanfaat hingga durinya.

Dia begitu keras terhadap setiap orang yang menyelisihi perintah Allah subhanahu wa ta’ala , begitu marah ketika larangan Allah subhanahu wa ta’ala dilanggar.

Dia mempersembahkan amalannya hanya untuk Allah, dengan selalu meminta pertolongan kepada-Nya dan senantiasa membela agama-Nya.

Dia bermuamalah dengan Allah subhanahu wa ta’ala tanpa memedulikan pujian dan cercaan manusia.

Dia bermuamalah dengan manusia tanpa menghiraukan kepentingan pribadinya. ( Madarij as-Salikin , hlm. 58, dan Tajrid at-Tauhid al-Mufid , hlm. 84)

Subhanallah , betapa menakjubkan keadaan hamba yang seperti ini. Sampai-sampai, al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah melabeli hamba yang seperti ini sebagai hamba yang telah menegakkan kalimat,
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (al-Fatihah: 5)
dengan sebenar-benarnya.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu membimbing kita semua untuk meraih keridhaan-Nya di setiap waktu yang kita lalui.

Wallahu a’lam bish-shawab.

☀☀ Sumber: Majalah Asy-Syariah Online

Read more ...

Friday, 26 August 2016

Mengapa laki-laki dilarang memakai kain sutera?

Dalil-dalil Ibadah:
🔖 Mengapa laki-laki dilarang memakai kain sutera?

▪ Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Abu Musa Al-Asy'ari,

« حُرِّم لباس الحرير و الذهب على ذكور أمتي، و أحل لإناثهم »

"Telah datang pengharaman memakai kain sutera dan emas bagi laki-laki dari kalangan umatku, dan dihalalkan hanya untuk perempuan." (HR. At-Tirmidzy. Lihat Shahihul Jami', 3137)

https://bit.ly/dalil_ibadahkita

Read more ...

Mengapa kita tidak boleh beramal kecuali amalan yang ada dalilnya saja?

Dalil-dalil Ibadah:
🔖 Mengapa kita tidak boleh beramal kecuali amalan yang ada dalilnya saja?

▪ Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha,

« من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد » رواه مسلم

"Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak kami perintahkan maka itu tertolak." (HR. Muslim)

https://bit.ly/dalil_ibadahkita

Read more ...

Apa dalil wajibnya memelihara jenggot bagi laki-laki?

Dalil-dalil Ibadah:
🔖 Apa dalil wajibnya memelihara jenggot bagi laki-laki?

▪ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma,

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potong pendeklah (rapikanlah) kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

https://bit.ly/dalil_ibadahkita

Read more ...

INILAH SEKILAS TENTANG HAKEKAT ISIS

Tukpencarialhaq:
🔥🔫💣 INILAH SEKILAS TENTANG HAKEKAT ISIS

🏫 Hai'ah Kibar al-'Ulama

🌋"DAISY (ISIS), prinsip mereka adalah : MENGKAFIRKAN KAUM MUSLIMIN.
👉🏻 Tugas mereka adalah MEMECAH BELAH UMAT.
👉🏻 Tujuan puncak mereka adalah MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA MUSUH (untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin)."

‏#داعش منهجهم تكفير المسلمين، ووظيفتهم تفريق الأمة، وغايتهم تمكين الأعداء. #القطيف
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/768487671429730304?s=09

🎑 "Barangsiapa bergabung bersama DAISY (ISIS), atau membela mereka, atau membagus-baguskan perbuatan-perbuatan mereka, maka berarti dia telah TURUT ANDIL DALAM MEMBUNUH KAUM MUSLIMIN."

‏من دخل مع #داعش أو ناصرهم، أو زيّن أعمالهم؛ فإنه شريك في قتل المسلمين. #القطيف
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/768488880341483521?s=09

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Read more ...

BERSYUKURLAH BAGI YANG TELAH DIBERI TAUFIQ UNTUK BERPEGANG TEGUH DENGAN MANHAJ SALAF

Manhajul Anbiya:
🛤🛍 BERSYUKURLAH BAGI YANG TELAH DIBERI TAUFIQ UNTUK BERPEGANG TEGUH DENGAN MANHAJ SALAF

🎗 al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

🏖 "Barangsiapa yang diberi taufiq memahami Manhaj Salafy dan konsisten di atasnya, hendaknya dia memuji Allah. Sungguh itu merupakan salah satu nikmat Allah — Tabaraka wa Ta'ala — yang terbesar.

Oleh karena itu para ulama salaf senantiasa memuji Allah — Tabaraka wa Ta'ala — atas nikmat yang Allah berikan kepada mereka, yaitu nikmat ittiba'us sunnah (mengikuti sunnah Nabi) setelah (nikmat) Islam.

✍🏻 Ittiba'us Sunnah merupakan perkara yang agung. Padanya terdapat keselamatan dari kehancuran dan kebinasaan yang telah menimpa orang-orang tersesat dari jalan yang lurus dan menempuh jalan-jalan kesesatan.

🕹Oleh karena itu kami mendorong para pemuda di semua tempat agar bersemangat MEMPELAJARI MANHAJ SALAFY dan MENGAMBIL ILMU DARI SUMBER ASLI, yang itu merupakan sumber manhaj salafy : Kitabullah dan Sunnah Rasulullah — shallallahu 'alaihi wa sallam — ."

💻 Sumber : situs Miratsul Anbiya, artikel berjudul "Sabil an-Najaah wa Luzuum ash-Shirath al-Mustaqim"

                •┈┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈┈•

|[ فليحمد الله من وُفَّق لفهم المنهج السلفي والالتزام به ]|

📌للعلامة ربيع بن هادي المدخلي
      - حفظه الله تعالى -

" فليحمد الله من وُفَّق لفهم المنهج السلفي والالتزام به, فإن هذه من أعظم نعم الله -تبارك وتعالى- ولهذا كان السلف يحمدون الله –تبارك وتعالى- على ما أنعم عليهم من اتباع السنة بعد الإسلام فاتباع السنة أمر عظيم فيه النجاة من الهلاك الماحق الذي ينزل بمن يشذ من أهل الضلال عن هذا الصراط المستقيم ويسلك سبل الضلال.
لهذا نحن نحث الشباب في كل مكان أن يحرصوا على دراسة المنهج السلفي وأخذ العلوم من هذا المنبع الأصيل الذي هو منبع المنهج السلفي كتاب الله وسنة رسول الله -صلى الله عليه وسلم". 

✏المصدر : موقع ميراث الأنبياء من مقال بعنوان : سبيل النجاة ولزوم الصراط المستقيم.

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Read more ...

Thursday, 25 August 2016

KEBATILAN DAKWAH ZAKIR NAIK:: PERSATUAN HINDU, KRISTEN, YAHUDI & ISLAM DI ATAS DASAR KESAMAAN (BACA: SINKRETISME) KEYAKINAN

Tukpencarialhaq:
💥KEBATILAN DAKWAH ZAKIR NAIK:: PERSATUAN HINDU,  KRISTEN,  YAHUDI & ISLAM DI ATAS DASAR
KESAMAAN (BACA: SINKRETISME) KEYAKINAN💥

Firman Allah Ta'ala:
وَلاَ تَلْبِسُواْ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُواْ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ.

"Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan dan jangan kalian sembunyikan kebenaran dalam keadaan kalian mengetahuinya. “ (QS. Al-Baqarah: 42)

Qatadah rahimahullah berkata:

ولا تلبسوا اليهودية والنصرانية بالإسلام؛ إن دين الله الإسلام، واليهودية والنصرانية بدعة ليست من الله.

"Janganlah kalian campuradukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dengan Islam, sesungguhnya agama Allah adalah Islam, adapun agama Yahudi dan Nasrani adalah bid'ah, bukan dari Allah."

http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=49&ID=83

☝👊💥👇
https://youtu.be/gIQO3NlkfQE

Zakir Naik berkata:

06:14 - 06:26
Aku saat ini membicarakan padamu tentang persamaan...

Aku tahu bahwa banyak hal yang berbeda antara Qur'an dan Bibel, antara Qur'an dan Wedha. Aku disini untuk menyebarkan kedamaian dan harmoni, bukan permusuhan. Maka dari itu Qur'an mengatakan, "Datangkanlah kepada kesamaan antara aku dan kamu"

06:31 - 06:38
Aku tahu ada banyak hal yang tidak kusetujui dalam Wedha. Aku tidak mau memberitahumu tentang itu. Kenapa? Karena itu akan menciptakan permusuhan.

Jadi seperti yang kukatakan padamu,  "Mari kita setuju mengikuti apa yang sama, apa yang berbeda akan kita diskusikan nanti."

10:57 - 11:08
...Aku mencoba untuk mempersatukan orang Hindu, orang Kristen, orang Yahudi,  umat Muslim. Bersama-sama untuk datang pada platform yang sama,  dan setidaknya setuju untuk mengikuti apa yang sama dalam kitab mereka. Sehingga persatuan umat manusia akan bertambah.

Dan salah satu hasil produk Zakir dari persatuan Islam dengan agama musyrikin tersebut adalah klaim Zakir bahwa Brahma adalah juga nama yang sama bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sungguh ini adalah kedustaan yang nyata.

Inilah hakekat dakwah persatuan sesat Zakir Naik setelah Allah turunkan ayat kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang menegaskan hanyalah Islam satu²nya dien yang Dia ridhai, agama yang memisahkan kebenaran dari kebatilan,  memisahkan antara ketauhidan dari kesyirikan. Wallahul musta'an.

🔆👣🔆👣🔆👣🔆👣🔆
⚔🛡Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
📇 Klik ➡JOIN⬅ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq

Read more ...

KARAKTERISTIK DAN TANDA-TANDA DAKWAH SALAFIYYAH

Cut Fitriani:
🍃📚🍃

===============================================
📚KARAKTERISTIK DAN TANDA-TANDA DAKWAH SALAFIYYAH
===============================================

✍🏼 Berkata Asy-Syaikh 'Abdullah Al-Bukhori hafizhahullah :

"Diantara karakteristik dan tanda-tanda manhaj ini atau dakwah salafiyyah ini adalah :

1⃣ - Pertama :
Perealisasian ibadah hanya untuk Allah 'Azza wa Jalla.

2⃣ - Kedua :
Perealisasian ittiba' hanya kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam.

3⃣ - Ketiga :
Berpegang teguh dengan pemahaman salafush sholih didalam memahami dalil-dalil (Kitab dan Sunnah, pent.) serta tidak keluar dari pemahaman mereka.

4⃣ - Keempat :
Berhati-hati dan memperingatkan (Ummat, pent.) dari bid'ah dan pelaku kebid'ahan.

5⃣ - Kelima :
Bersikap pertengahan di antara sikap berlebih-lebihan dan bermudah-mudahan.

6⃣ - Keenam :
Kokoh diatas al-Haq.

7⃣ - Ketujuh :
Bersemangat untuk senantiasa bersatu.

8⃣ - Kedelapan :
Meninggalkan perpecahan dan perselisishan.

9⃣ - Kesembilan :
Bersemangat dalam mendapatkan ilmu yang bermanfaat, menyebarkannya di antara manusia dan menyeru mereka kepadanya, serta bersabar atas rintangan yang didapat di dalamnya.

🔟 - Kesepuluh :
Beramal dengan ilmu.

📖 [Risalah, Apa itu As-Salafiyyah? (hal : 50-51)]

➖➖➖ 🇸🇦 ➖➖➖

✍ ﻗـﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴـﺦ ﻋﺒــﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺒﺨـــــﺎﺭﻱ ﺣﻔﻈـﻪ ﺍلله :

ﻣـﻦ ﻣﻌﺎﻟـﻢ ﻭﺳﻤـﺎﺕ ﻫـﺬﺍ ﺍﻟﻤﻨﻬـﺞ ﺃﻭ ﻫـﺬﻩ ﺍﻟﺪﻋـﻮﺓ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴـﺔ :

1- ﺃﻭﻻً : ﺗﺤﻘﻴـﻖ ﺍﻟﻌﺒﻮﺩﻳـﺔ ﻟﻠﻪ ﺟل ﻭﻋـﻼ

2- ﺛﺎﻧﻴﺎً : ﺗﺤﻘﻴـﻖ ﺗﺠﺮﻳـﺪ ﺍﻹﺗﺒـﺎﻉ ﻟﺮﺳـﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ

3- ﺛﺎﻟﺜﺎً : ﻟـﺰﻭﻡ ﻓﻬـﻢ ﺍﻟﺴﻠـﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟـﺢ ﺭﺿـﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬـﻢ لﻷدلـة ﺍﻟﺸﺮﻋﻴـﺔ، ﻭﻋـﺪﻡ ﺍﻟﺨـﺮﻭﺝ ﻋـﻦ ﺫﻟـﻚ

4- ﺭﺍﺑﻌﺎً : ﺍﻟﺤـﺬﺭ ﻭﺍﻟﺘﺤﺬﻳـﺮ ﻣـﻦw ﺍﻟﺒﺪﻋــﺔ ﻭﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻋــﺔ

5- ﺧﺎﻣﺴﺎ : ﺍﻟﻮﺳﻄﻴـﺔ ﺑﻴـﻦ ﺍﻟﻐﻠــﻮ ﻭﺍﻟﺠﻔــﺎﺀ

6- ﺳﺎﺩﺳﺎً : ﺍﻟﺜﺒـﺎﺕ ﻋﻠـﻰ ﺍﻟﺤـــﻖ

7- ﺳﺎﺑﻌﺎً : ﺍﻟﺤـﺮﺹ ﻋﻠـﻰ ﺍﻻﺟﺘﻤــﺎﻉ

8- ﺛﺎﻣﻨﺎً : ﻧﺒـﺬ ﺍﻟﻔﺮﻗــﺔ ﻭﺍﻻﺧﺘــﻼﻑ

9- ﺗﺎﺳﻌﺎً : ﺍﻟﺤـﺮﺹ ﻋﻠـﻰ ﺗﺤﺼﻴـﻞ ﺍﻟﻌﻠـﻢ ﺍﻟﻨﺎﻓـﻊ، ﻭﻧﺸـﺮﻩ ﺑﻴـﻦ ﺍﻟﻨـﺎﺱ ﻭﺩﻋﻮﺗﻬـﻢ ﺇﻟﻴـﻪ ﻣـﻊ ﺍﻟﺼﺒـﺮ ﻋﻠـﻰ ﺍﻷﺫﻯ ﻓﻴـﻪ

10- ﻋﺎﺷﺮﺍً : ﺍﻟﻌﻤـﻞ ﺑﺎﻟﻌﻠـﻢ
.
📖 [ ﺭﺳﺎﻟـﺔ ﻣـﺎ ﻫـﻲ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴــــﺔ؟ (ﺻ ٥٠ - ٥١) ]

📜 Sumber artikel : WhatsApp Al Manshurah Singaraja
🔻🔻🔻🔻🔻🔻
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀 ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah

🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻
Turut menyebarkan:
WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
http://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Read more ...

TAHAPAN-TAHAPAN KEJADIAN HARI KIAMAT


💐📝TAHAPAN-TAHAPAN KEJADIAN HARI KIAMAT:

Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Aalus Syaikh rahimahullah menyatakan:

Ini adalah (pembahasan) permasalahan tentang urut-urutan perkara-perkara yang terjadi pada hari kiamat. Ini adalah perkara yang penting. Karena sesungguhnya hal-hal yang terjadi pada hari kiamat berdasarkan alQuran dan Sunnah sangat banyak. Seperti yang disebutkan tentang berdirinya manusia, telaga, timbangan, lembaran-lembaran (catatan amal), hisab, al-Ardl (penampakan amal), membaca (catatan amal), bertebarannya lembaran-lembaran (catatan amal), kitab, ash-Shirath, kegelapan, dan hal-hal yang bermacam-macam. Bagaimanakah urut-urutannya?

📚🔍Pendapat yang nampak (benar) dan disetujui oleh para Ulama Muhaqqiqun (para peneliti) bahwa urut-urutan kejadian pada hari kiamat adalah sebagai berikut:

☑Pertama: Ketika manusia dibangkitkan dan mereka berdiri dari kubur mereka, mereka pergi ke bumi Mahsyar. Kemudian mereka berdiri di bumi Mahsyar sangat lama. Keadaan mereka sangat menderita dan kehausan. Mereka mengalami ketakutan yang sangat karena demikian lamanya masa berdiri dan keyakinan mereka akan adanya hisab (perhitungan amal) dan apa yang akan Allah berikan balasan untuk mereka.

☑Kedua: Pada saat lama berdiri, Allah Azza Wa Jalla mengangkatkan untuk Nabi-Nya (Muhammad) shollallahu alaihi wasallam pertama kali telaga beliau yang akan didatangi (umatnya). Sehingga telaga Nabi shollallahu alaihi wasallam berada di pelataran kiamat ketika sudah sangat lama masa berdiri (manusia di hadapan) Rabb semesta alam pada hari yang kadarnya adalah 50 ribu tahun.

Barangsiapa yang meninggal di atas Sunnah beliau, tanpa merubah, mengada-adakan dan tidak mengganti, akan mendatangi telaga itu dan mendapatkan minum darinya. Sehingga permulaan keamanan baginya adalah mendapatkan minuman dari telaga Nabi kita shollallahu alaihi wasallam. Kemudian setelahnya, untuk setiap Nabi diangkat telaganya, sehingga orang-orang sholih yang menjadi umatnya bisa minum.

☑Ketiga: Kemudian manusia berdiri sangat lama. Kemudian terjadilah asy-Syafaaatul Udzhmaa  syafaat Nabi shollallahu alaihi wasallam- yaitu Allah Azza Wa Jalla menyegerakan hisab bagi para makhluk dalam hadits panjang yang sudah dikenal: bahwa mereka meminta kepada Adam kemudian Nuh kemudian Ibrahim dan seterusnya. Kemudian mereka datang kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam dan berkata: Wahai Muhammad, mereka menyebutkan keadaan mereka dan hendaknya manusia berlindung dari kesengsaraan (waktu itu) dengan disegerakannya hisab. Maka Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda setelah permintaan mereka: Berikanlah syafaat untuk kami di sisi Rabbmu. Nabi bersabda: Akulah yang berhak demikian, akulah yang berhak demikian.

Kemudian beliau mendatangi Arsy, kemudian tersungkur (sujud) memuji Allah Azza Wa Jalla dengan pujian-pujian yang dibukakan (diwahyukan) oleh Allah Azza Wa Jalla untuk beliau. Kemudian dikatakan kepada beliau: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau akan diberi. Berikan syafaat, niscaya engkau akan diizinkan memberi syafaat. Jadilah hal itu merupakan syafaat yang terbesar dalam menyegerakan (pelaksanaan) hisab 

☑Keempat: Kemudian terjadi al-Ardl (penampakan) amalan-amalan.

☑Kelima: Setelah al-Ardl adalah hisab

☑Keenam: Setelah hisab yang pertama, bertebaranlah lembaran-lembaran (catatan amal).

Hisab yang pertama berada dalam bagian al-Ardl, karena di dalamnya terdapat perdebatan dan penyampaian udzur-udzur (alasan). Kemudian setelah itu bertebaranlah lembaran-lembaran (catatan amal). Ahlul Yamiin mengambil kitab (catatan amal) mereka dengan tangan kanan.

Sedangkan Ahlusy Syimaal mengambil kitab mereka dengan tangan kiri mereka, kemudian pembacaan kitab (catatan amal itu).

☑Ketujuh: Kemudian setelah membaca kitab (catatan amal) terdapat hisab juga untuk menepis alasan-alasan dan penegakan hujjah dengan membaca isi kitab-kitab (catatan amal) itu

☑Kedelapan: Kemudian setelah itu adalah penimbangan (al-Miizaan), sehingga ditimbanglah hal-hal seperti yang telah kami sebutkan

☑Kesembilan: Kemudian setelah al-Miizaan, manus

Read more ...

DARI SIAPA KITA MENGAMBIL ILMU DI INDONESIA?

DARI SIAPA KITA MENGAMBIL ILMU DI INDONESIA?

💡 Tanya Jawab sama as-Shaykh Arofat al-Muhammady حفظه الله

📲Telelink via Telifon pada
20hb Ramadhan 1437H / 25hb Jun 2016

💻 Untuk audio dan terjemahan
📥 http://safeshare.tv/v/LhCCN1AlQqY

Penanya:
Pertanyaan pertama, barakallahu fikum...
Kami sebagaimana anda ketahui di Singapura, tidak ada ulama di negeri kami. Sementara (hanya) didapati sebagian penuntut ilmu dari Indonesia sebagaimana antum sebutkan. Sedangkan sebagian saudara kami adalah baru (belajar). Mungkinkah anda menyebutkan sebagian nama, sehingga kami bisa mengambil faidah (ilmu) dari mereka?

Syaikh:
Aa... saya belum mendengar.
Tolong agak dikeraskan suara anda sehingga saya bisa memahami hakikat pertanyaan.

Penanya:
Baik, Syaikh kami barakallahu fikum, aku bertanya:
Pertanyaan pertama, barakallahu fikum...
Kami sebagaimana anda ketahui di Singapura, tidak ada ulama di negeri kami. Sementara di dekat kami terdapat sebagian penuntut ilmu dari Indonesia. Sedangkan sebagian saudara kami adalah baru (belajar). Mungkinkah anda menyebutkan sebagian nama, sehingga kami bisa mengambil faidah (ilmu) dari mereka?

Syaikh:
Maksud anda di Singapura atau di ...?

Penanya:
Bukan, bukan...

Syaikh:
Indonesia ?

Penanya:
Indonesia, Indonesia..

Syaikh:
Ya, saya menyebutkan ustadz-ustadz yang telah kalian simak melalui sambungan telepon, bahkan sebagiannya telah mengunjungi kalian semisal, yaitu seperti saudara Luqman, saudara kita Ustadz Syaikh Luqman Baabduh, dan saudaranya di sana; Usamah Mahri, juga Qomar Suaidi, mereka itu termasuk saudara terbaik kita yang saya mengenali mereka.
Di antara mereka ada yang pernah belajar di sini, di Madinah, dan ada pula yang pernah belajar di Yaman di sisi Syaikh Muqbil rahimahullaah. Dalam keadaan mereka (tetap) bersama Ulama, berjalan di atas jalan Salafiyyah secara baik, pada mereka terdapat kebaikan.

Sehingga saya menasehati saudara sekalian agar menghadiri sesi pelajaran yang mereka sampaikan, dan berupaya menyimaknya. Apalagi bahasa pengantar yang digunakan memiliki keserupaan, sehingga anda sekalian dapat memahami materi yang mereka sampaikan dalam bahasa Indonesia. Demikian juga mereka dapat memahami (bahasa) kalian. Maka yang demikian merupakan kenikmatan. Dalam keadaan mereka adalah orang-orang yang paling dekat bagi kalian dari kalangan Ahlussunnah.
Ambillah faidah dari mereka, dan belajarlah.

Demikian juga bagi saudara kita yang belum mengerti bahasa Arab, hendaklah mereka mengambil faidah dari saudara Abu Muqbil Suhari, di Singapura pada sisi kalian. Dia mengajar bahasa Arab, dan sebagian kaedah yang dia peroleh di Madinah. Dan demikian pula dia memberi faidah dari sebagian (yang telah diperolehnya). Semoga Allah melimpahkan barokah kepada kalian. Ya demikian.

📝💬
Terjemahan:
Ustadz Abu Abdir Rahman Sofian

#tazkiyah #arofatmuhammady

📚 MAJMU'AH IBN SIREEN
● ● ● ● ● ● ● ● ●

📱 TELEGRAM
tlgrm.me/ibnsireen
☁ TWITTER
twitter.com/ibnsireen
📻 MIXLR
mixlr.com/majmuahibnsireen
💽 SOUNDCLOUD
soundcloud.com/ibnsireen

Read more ...

SALAH SATU PENYIMPANGAN MUHAMMAD SURUR ZAINAL ABIDIN

C F:
🔎⛔️ SALAH SATU PENYIMPANGAN MUHAMMAD SURUR ZAINAL ABIDIN

💺💎 asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah,

Tanya :
“Aku membaca sebuah kitab berjudul ‘Manhajul Anbiya fi ad-Da’wa ilallah’ yang ditulis oleh Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin. Dia mengatakan dalam kitab tersebut, ‘Aku lihat kitab-kitab aqidah, aku dapati kitab-kitab tersebut tidak berada pada zaman kita. Kitab-kitab tersebut sebagai solusi bagi problem yang terjadi pada zaman ditulisnya kitab-kitab tersebut. Adapun pada zaman kita memilik problem-problem yang memerlukan solusi-solusi baru. Di samping juga metode-metode kitab-kitab aqidah terlalu jumud/kaku. Karena hanya berupa teks-teks dan hukum-hukum. Oleh karena itu banyak para pemuda yang berpaling darinya dan merasa tidak butuh padanya.” Bagaimana pendapat Anda terhadap pernyataan tersebut?”

Jawab :
🎯 “Di sana memang ada orang-orang yang membuat umat berpaling/menolak pengajaran aqidah dan kitab-kitab salaf serta tulisan-tulisan para ulama Islam. Mereka bermaksud memalingkan umat kepada karya-karya tulis mereka sendiri dan semisalnya dari kalangan orang-orang bodoh dan para dai penyesat. Si pengucap ini termasuk PARA DAI PENYESAT!! Kita mohon kepada Allah perlindungan. Maka WAJIB ATAS KITA WASPADA DARI KITAB tersebut dan MEMPERINGATKAN UMAT dari bahayanya!!

💡☝🏼️Aku sebutkan kepada kalian, bahwa asy-Syaikh Muhammad Aman al-Jami — waffaqahullah — telah menyampaikan (dalam sebuah) kaset penuh tentang kata-kata tersebut, bahwa “Kitab-kitab aqidah hanyalah teks-teks dan hukum-hukum … “, Beliau (asy-Syaikh al-Jami) membantahnya dengan bantahan yang kokoh. Maka kalian harus mencari kaset tersebut kemudian menyebarkannya di tengah-tengah kaum muslimin. Kaset tersebut bagus sekali. Semoga Allah membalas dengan kebaikan kepada guru kami asy-Syaikh Muhammad Aman al-Jami, dan semoga dengan beliau Allah membela Islam dan kaum muslimin.
Kenapa kita mengimpor (mendatangkan) pemikiran dari luar?! Kenapa kita mengimpor dari Muhammad Surur Zainal Abidin yang ada di London — atau lainnya — pemikiran-pemikiran tersebut?!!
Kenapa kita tidak merujuk kepada kitab-kitab yang ada pada kita, yaitu kitab-kitab Salafush Shalih dan kitab-kitab ulama Tauhid. Yang bersumber dari ulama, bukan bersumber dari sekedar seorang penulis, atau tokoh intelek/budayawan yang tidak diketahui apa misi/tujuannya?! tidak diketahu pula kadar keilmuannya?!

✊🏻👉 Orang ini — yaitu Muhammad Surur — dengan ucapannya tersebut telah MENYESATKAN PARA PEMUDA!! MEMALINGKAN MEREKA DARI KITAB-KITAB AQIDAH SHAHIHAH (yang lurus), dan KITAB-KITAB SALAF. Sebaliknya, dia mengarahkan para pemuda kepada pemikiran-pemikiran baru dan kitab-kitab baru yang mengandung pemikiran-pemikiran tak jelas. Kitab-kitab aqidah menurut Muhammad Surur cacatnya adalah karena hanya merupakan teks-teks dan hukum-hukum. Padahal di dalam kitab-kitab tersebut memuat firman Allah dan sabda Rasul-Nya. Namun dia menginginkan pemikiran-pemikiran tokoh ini dan tokoh itu, tidak mau kalau berupa teks-teks dan hukum-hukum. Kalian HARUS WASPADA dari komplotan-komplotan penyusup batil!! Yang ingin memalingkan pemuda-pemuda kita dari kitab-kitab generasi Salafush Shalih.

💡🛤 Alhamdulillah, kita sudah cukup dengan peninggalan para Salafush Shalih, yaitu kitab-kitab aqidah dan kitab-kitab dakwah. Kitab-kitab tidak jumud/kaku — seperti yang dinyatakan oleh orang ini — . Namun kitab-kitab tersebut dengan metode ilmiah bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya — shallallahu ‘alaihi wa sallam — , seperti : Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan kitab-kitab hadits lainnya. Bersumber dari Kitabullah, yang tidak didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun belakang. Kemudian kitab-kitab Sunnah. Seperti kitab « as-Sunnah » karya Ibnu Abi ‘Ashim, « asy-Syari’ah » karya al -Aajurri, « as-Sunnah » karya Abdullah bin al-Imam Ahmad, dan juga seperti kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan murid beliau Ibnul Qayyim, juga kitab-kitab Syaikhul Islam al-Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab. Kalian harus berpegang dengan kitab-kitab dan mengambil ilmu darinya.

Read more ...

KIRIM PASUKAN KE SURIAH, ARAB SAUDI MENJADI YANG TERDEPAN DALAM PEMBERANTASAN TERORISME

KIRIM PASUKAN KE SURIAH, ARAB SAUDI MENJADI YANG TERDEPAN DALAM PEMBERANTASAN TERORISME

☝🏻 Kerajaan Arab Saudi secara resmi menyatakan akan mengirim pasukan guna memerangi ISIS di Suriah. Melalui Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir menyatakan negaranya siap mengirim pasukan untuk melawan ISIS.

🔥 Arab Saudi yang sejak 2014 lalu tergabung dalam koalisi negara Islam untuk memerangi terorisme dunia telah mengambil peran yang sangat dominan, seperti yang dilakukannya di Yaman memadamkan pemberontakan Syiah Houthi terhadap pemerintahan Yaman dibawah presiden Abdurabbih Manshur.

✋🏻 Masuknya Arab Saudi ke dalam kancah pertempuran melawan ISIS sebenarnya telah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum Arab Saudi terlibat konflik Yaman. Namun menurut otoritas militer Arab Saudi, serangan terhadap ISIS waktu itu masih berupa serangan udara. Dan yang akan dilakukan Arab Saudi dalam waktu dekat ini adalah serangan darat sebagaimana dinyatakan oleh penasihat Menteri Pertahanan Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, ketika wawancara dengan Al-Arabiya TV dan dilansir Reuters, Jumat (5/2/2016).

👋🏻 Langkah yang akan ditempuh Arab Saudi untuk melawan ISIS di Suriah ini sekaligus membantah tuduhan dunia internasional bahwa Arab Saudi adalah gudangnya teroris dunia. Faktanya, justru Arab Saudi-lah yang terdepan dalam pemberantasan terorisme. Ketika negara-negara lain melawan teror yang dilakukan oleh ISIS hanya dengan kecaman, Arab Saudi melawan dengan tindakan nyata dengan mengirim pasukan militer berkekuatan penuh. Plus, untuk lingkup internal Arab Saudi, kita tentu masih ingat bahwa belum lama ini Arab Saudi mengeksekusi mati 47 narapidana kasus terorisme,  termasuk seorang tokoh Syiah berkebangsaan Saudi. "fs"

🌍 Baca : http://serambiharamain.com/kirim-pasukan-ke-suriah-arab-saudi-menjadi-yang-terdepan-dalam-pemberantasan-terorisme/
🇸🇦 Channel Telegram || http://bit.ly/serambiharamain

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

Read more ...

KIRIM PASUKAN KE SURIAH, ARAB SAUDI MENJADI YANG TERDEPAN DALAM PEMBERANTASAN TERORISME

Serambi Haramain:
🇸🇦💡✊🏻💥 KIRIM PASUKAN KE SURIAH, ARAB SAUDI MENJADI YANG TERDEPAN DALAM PEMBERANTASAN TERORISME

☝🏻 Kerajaan Arab Saudi secara resmi menyatakan akan mengirim pasukan guna memerangi ISIS di Suriah. Melalui Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir menyatakan negaranya siap mengirim pasukan untuk melawan ISIS.

🔥 Arab Saudi yang sejak 2014 lalu tergabung dalam koalisi negara Islam untuk memerangi terorisme dunia telah mengambil peran yang sangat dominan, seperti yang dilakukannya di Yaman memadamkan pemberontakan Syiah Houthi terhadap pemerintahan Yaman dibawah presiden Abdurabbih Manshur.

✋🏻 Masuknya Arab Saudi ke dalam kancah pertempuran melawan ISIS sebenarnya telah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum Arab Saudi terlibat konflik Yaman. Namun menurut otoritas militer Arab Saudi, serangan terhadap ISIS waktu itu masih berupa serangan udara. Dan yang akan dilakukan Arab Saudi dalam waktu dekat ini adalah serangan darat sebagaimana dinyatakan oleh penasihat Menteri Pertahanan Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, ketika wawancara dengan Al-Arabiya TV dan dilansir Reuters, Jumat (5/2/2016).

👋🏻 Langkah yang akan ditempuh Arab Saudi untuk melawan ISIS di Suriah ini sekaligus membantah tuduhan dunia internasional bahwa Arab Saudi adalah gudangnya teroris dunia. Faktanya, justru Arab Saudi-lah yang terdepan dalam pemberantasan terorisme. Ketika negara-negara lain melawan teror yang dilakukan oleh ISIS hanya dengan kecaman, Arab Saudi melawan dengan tindakan nyata dengan mengirim pasukan militer berkekuatan penuh. Plus, untuk lingkup internal Arab Saudi, kita tentu masih ingat bahwa belum lama ini Arab Saudi mengeksekusi mati 47 narapidana kasus terorisme,  termasuk seorang tokoh Syiah berkebangsaan Saudi. "fs"

🌍 Baca : http://serambiharamain.com/kirim-pasukan-ke-suriah-arab-saudi-menjadi-yang-terdepan-dalam-pemberantasan-terorisme/
🇸🇦 Channel Telegram || http://bit.ly/serambiharamain

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

Read more ...

Monday, 22 August 2016

TAHAPAN-TAHAPAN KEJADIAN HARI KIAMAT

Hikmah & Fatwa Islam:
💐📝TAHAPAN-TAHAPAN KEJADIAN HARI KIAMAT:

Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Aalus Syaikh rahimahullah menyatakan:

Ini adalah (pembahasan) permasalahan tentang urut-urutan perkara-perkara yang terjadi pada hari kiamat. Ini adalah perkara yang penting. Karena sesungguhnya hal-hal yang terjadi pada hari kiamat berdasarkan alQuran dan Sunnah sangat banyak. Seperti yang disebutkan tentang berdirinya manusia, telaga, timbangan, lembaran-lembaran (catatan amal), hisab, al-Ardl (penampakan amal), membaca (catatan amal), bertebarannya lembaran-lembaran (catatan amal), kitab, ash-Shirath, kegelapan, dan hal-hal yang bermacam-macam. Bagaimanakah urut-urutannya?

📚🔍Pendapat yang nampak (benar) dan disetujui oleh para Ulama Muhaqqiqun (para peneliti) bahwa urut-urutan kejadian pada hari kiamat adalah sebagai berikut:

☑Pertama: Ketika manusia dibangkitkan dan mereka berdiri dari kubur mereka, mereka pergi ke bumi Mahsyar. Kemudian mereka berdiri di bumi Mahsyar sangat lama. Keadaan mereka sangat menderita dan kehausan. Mereka mengalami ketakutan yang sangat karena demikian lamanya masa berdiri dan keyakinan mereka akan adanya hisab (perhitungan amal) dan apa yang akan Allah berikan balasan untuk mereka.

☑Kedua: Pada saat lama berdiri, Allah Azza Wa Jalla mengangkatkan untuk Nabi-Nya (Muhammad) shollallahu alaihi wasallam pertama kali telaga beliau yang akan didatangi (umatnya). Sehingga telaga Nabi shollallahu alaihi wasallam berada di pelataran kiamat ketika sudah sangat lama masa berdiri (manusia di hadapan) Rabb semesta alam pada hari yang kadarnya adalah 50 ribu tahun.

Barangsiapa yang meninggal di atas Sunnah beliau, tanpa merubah, mengada-adakan dan tidak mengganti, akan mendatangi telaga itu dan mendapatkan minum darinya. Sehingga permulaan keamanan baginya adalah mendapatkan minuman dari telaga Nabi kita shollallahu alaihi wasallam. Kemudian setelahnya, untuk setiap Nabi diangkat telaganya, sehingga orang-orang sholih yang menjadi umatnya bisa minum.

☑Ketiga: Kemudian manusia berdiri sangat lama. Kemudian terjadilah asy-Syafaaatul Udzhmaa  syafaat Nabi shollallahu alaihi wasallam- yaitu Allah Azza Wa Jalla menyegerakan hisab bagi para makhluk dalam hadits panjang yang sudah dikenal: bahwa mereka meminta kepada Adam kemudian Nuh kemudian Ibrahim dan seterusnya. Kemudian mereka datang kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam dan berkata: Wahai Muhammad, mereka menyebutkan keadaan mereka dan hendaknya manusia berlindung dari kesengsaraan (waktu itu) dengan disegerakannya hisab. Maka Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda setelah permintaan mereka: Berikanlah syafaat untuk kami di sisi Rabbmu. Nabi bersabda: Akulah yang berhak demikian, akulah yang berhak demikian.

Kemudian beliau mendatangi Arsy, kemudian tersungkur (sujud) memuji Allah Azza Wa Jalla dengan pujian-pujian yang dibukakan (diwahyukan) oleh Allah Azza Wa Jalla untuk beliau. Kemudian dikatakan kepada beliau: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau akan diberi. Berikan syafaat, niscaya engkau akan diizinkan memberi syafaat. Jadilah hal itu merupakan syafaat yang terbesar dalam menyegerakan (pelaksanaan) hisab 

☑Keempat: Kemudian terjadi al-Ardl (penampakan) amalan-amalan.

☑Kelima: Setelah al-Ardl adalah hisab

☑Keenam: Setelah hisab yang pertama, bertebaranlah lembaran-lembaran (catatan amal).

Hisab yang pertama berada dalam bagian al-Ardl, karena di dalamnya terdapat perdebatan dan penyampaian udzur-udzur (alasan). Kemudian setelah itu bertebaranlah lembaran-lembaran (catatan amal). Ahlul Yamiin mengambil kitab (catatan amal) mereka dengan tangan kanan.

Sedangkan Ahlusy Syimaal mengambil kitab mereka dengan tangan kiri mereka, kemudian pembacaan kitab (catatan amal itu).

☑Ketujuh: Kemudian setelah membaca kitab (catatan amal) terdapat hisab juga untuk menepis alasan-alasan dan penegakan hujjah dengan membaca isi kitab-kitab (catatan amal) itu

☑Kedelapan: Kemudian setelah itu adalah penimbangan (al-Miizaan), sehingga ditimbanglah hal-hal seperti yang telah kami sebutkan

☑Kesembilan: Kemudian setelah al-Miizaan, manusia terbagi menjadi kel

ompok-kelompok dan azwaaj. Azwaaj artinya adalah sekumpulan orang-orang yang sama bentuknya (sifatnya, pent).

Ditegakkanlah bendera-bendera para Nabi: bendera Muhammad shollallahu alaihi wasallam, bendera Ibrahim, bendera Musa, dan seterusnya. Manusia bermacam-macam mengikuti bendera sesuai jenis mereka. Setiap bentuk bergabung dengan bentuk yang serupa dengannya.
Orang-orang dzhalim dan kaum kafir juga dikumpulkan bersama kelompoknya yang serupa. Sebagaimana firman Allah:

احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ * مِنْ دُونِ اللَّهِ...

Kumpulkanlah orang-orang dzhalim dan teman yang sejawat (serupa, pent) dan sesembahan –sesembahan yang mereka sembah selain Allah (Q.S as-Shoffaat ayat 22-23)

Maksud teman sejawat adalah yang serupa bentuk dan tipe mereka. Ulama-nya kaum musyrikin dikumpulkan dengan Ulama-nya kaum musyrikin. Orang dzhalim dikumpulkan dengan orang dzhalim. Orang yang mengingkari hari kebangkitan dikumpulkan dengan orang yang mengingkari hari kebangkitan. Demikian seterusnya

☑Kesepuluh: Kemudian setelah itu Allah Azza Wa Jalla menimbulkan kegelapan sebelum Jahannam  wal Iyaadzu billaah  sehingga manusia pun berjalan sesuai cahaya yang diberikan kepada mereka. Maka umat ini pun berjalan dan di dalamnya masih terdapat kaum munafik. Kemudian ketika mereka berjalan dengan cahaya mereka, dibuatlah pagar (pemisah) yang sudah dikenal:

فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ * يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى

Kemudian diadakan di antara mereka pagar (pemisah) yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya terdapat rahmat dan di sebelah luarnya terdapat adzab. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (kaum beriman): Bukankah kami dulu bersama kalian? Kaum beriman berkata: Ya.(Q.S al-Hadid ayat 13-14)

Kemudian Allah Azza Wa Jalla memberikan cahaya kepada kaum beriman, sehingga mereka bisa melihat jalan (menuju) as-Shirath. Adapun orang-orang munafik, tidak diberi cahaya. Bahkan mereka menjadi bersama kaum kafir kebingungan di anNaar. Mereka berjalan sedangkan di depannya terdapat Jahannam. Wal iyaadzu billah (semoga Allah melindungi kita dari hal itu)

☑Kesebelas: Kemudian datanglah Nabi shollallahu alaihi wasallam pertama kali dan berada di atas (seberang, pent) as-Shirath, meminta kepada Allah Azza Wa Jalla untuk beliau dan umat beliau dengan berkata: Ya Allah, selamatkanlah. Ya Allah selamatkanlah. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam dan umatnya menyeberangi as-Shirath. Masing-masing melintasinya sesuai kadar amalannya. Mereka mendapatkan cahaya juga sesuai kadar amalannya. Maka bisa melintasinya orang-orang yang Allah Azza Wa Jalla mengampuninya dan ada yang berjatuhan ke anNaar, (bahkan terdapat) orang yang mentauhidkan Allah yang Allah adzab sesuai dengan kehendak-Nya (karena dosanya, pent).
Kemudian jika mereka telah melewati anNaar, mereka berkumpul di pelataran Surga yaitu di halaman yang telah Allah Azza Wa Jalla sediakan untuk melaksanakan qishash antar orang-orang yang beriman dan menghilangkan perasaan dendam (antar mereka) sehingga mereka masuk Surga tanpa ada perasaan dendam (sedikit pun, pent).

☑Keduabelas: Kemudian masuk Surga pada giliran awal, setelah Nabi shollallahu alaihi wasallam: kaum faqir Muhajirin, kaum faqir Anshar kemudian kaum faqir (yang lain) pada umat ini. Orang-orang kaya diakhirkan (masuk Surga) karena mereka masih mengalami hisab antara mereka dengan para makhluk dan karena (kesibukan menghadapi) perhitungan mereka terhadap hal itu.
(Demikianlah) hingga akhir kejadian yang disebutkan dalam al-Quran al-Adzhiim..

(Ithaafus Saa-il bimaa fit Thohaawiyyah minal Masaa-il karya Sholih bin Abdil Aziz Aalisy Syaikh (38/4))

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom

Read more ...

Saturday, 20 August 2016

Siapakah yang berhak diambil Ilmunya?

Siapakah yang berhak diambil Ilmunya?

Jun 20, 2015 | AkhlakAsy Syariah Edisi 098 |

Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan

 

Berbagai kerusakan dan kehancuran terjadi dalam urusan dunia, lebih-lebih lagi urusan agama. Penyebab utamanya adalah jauhnya umat ini dari ilmu kitabullah, sunnah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, dan jauhnya mereka dari para ulama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu ‘anhuma,

إِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِالْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِعِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla tidak akan mencabut ilmu dari umat manusia dengan sekali cabut. Akan tetapi, Dia akan mencabut dengan mematikan para ulama (ahlinya). Sampai apabila Dia tidak menyisakan seorang alim, umat manusia akan menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai pimpinanpimpinan mereka. Mereka ditanya (oleh umatnya) lantas menjawab tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan dalam hadits yang lainnya tentang akibat dicabutnya ilmu.

يُقْبَضُ الْعِلْمُ وَيَظْهَرُ الْجَهْلُ وَالْفِتَنُ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ

“Ilmu akan dicabut, (akibatnya) akan merebak kebodohan, berbagai fitnah,dan akan timbul banyak pembunuhan.”(Muttafaqun ‘alaih)

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Amalan-amalan jelek ibarat penyakit, sedangkan para ulama ibarat obatnya. Apabila para ulama rusak, siapa yang akan mengobati penyakit?” (al-Hilyah, 6/361)

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Kalau tidak ada para ulama, niscaya umat manusia akan menjadi seperti binatang-binatang ternak (tidak tahu halal dan haram).” (Mukhtashar Nashihat Ahlil Hadits hlm.167)

 

Siapakah Para Ulama?

Allah ‘azza wa jalla mengabarkan tentang keutamaan mereka dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (Fathir: 28)

Mereka itulah pewaris para nabi, sebagaimana sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَلَكِنْوَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para nabi, sedangkan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya (warisan para nabi), berarti dia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan, “Sifat-sifat para ulama yang pantas dijadikan sebagai ikutan dan suri teladan ialah orang-orang yang berilmu tentang Allah ‘azza wa jalla, memahami kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta mengikuti diri dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan yang saleh.

Orang-orang yang pantas dijadikan suri teladan adalah orang-orang yang mengumpulkan ilmu yang bermanfaat dan amalan yang saleh (pada dirinya). Orang yang berilmu, namun tidak mengamalkan ilmunya, tidak boleh diikuti. Demikian pula orang jahil yang tidak berilmu, tidak boleh diikuti.

Tidak boleh diikuti dan diteladani kecuali orang yang mengumpulkan dua hal, yaitu ilmu yang bermanfaat dan amalan yang saleh. Adapun orang yang berilmu dan tidak sengaja berbuat salah atau menyimpang dalam perjalanan atau pemikirannya, maka pantas diambil ilmunya.” (al-Ajwibah al-Mufidah hlm. 251)

Asy-Syaikh Ahmad bin Umar bin Salim Bazmul hafizhahullahberkata, “Orang alim adalah orang yang ada pada dirinya sifat-sifat berikut ini,

Mengikuti segala sesuatu yang ada di dalam al-Kitab dan as-Sunnah,Mengaitkan pemahamannya terhadap al-Kitab dan as-Sunnah dengan pemahaman salaf ash-shalih,Komitmen dengan ketaatan dan jauh dari kefasikan, maksiat, dan dosadosa,Menjauhkan dirinya dari bid’ah, kesesatan, kebodohan, dan mentahdzir (umat) darinya,Mengembalikan (dalil-dalil) yang mutasyabih (samar) kepada yang muhkam (jelas pengertiannya) dan tidak mengikuti (dalil-dalil) yang mutasyabih itu,Khusyuk dan tunduk terhadap perintah Allah,Ahli istinbath (mengambil kesimpulan hukum dari dalil) dan memahaminya. (Syarh Qaul Ibni Sirin, 116—117)

 

Perintah Menimba Ilmu dari Mereka, Bukan dari Pihak Lain

Allah ‘azza wa jalla memerintah para hamba-Nya dalam firman-Nya,

“Maka bertanyalah kepada ahlul dzikr jika kalian tidak mengetahui.” (an-Nahl: 43)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Terjadi pada generasi sebelum kalian, ada seorang yang telah membunuh 99 jiwa. Dia bertanya-tanya tentang seorang yang paling berilmu di penduduk bumi. Ditunjukkanlah dia kepada seorang ahli ibadah.

Dia lantas menemuinya dan berkata, ‘Sesungguhnya aku telah membunuh 99 jiwa. Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk bertobat?’

Ahli ibadah itu menjawab, ‘Tidak.’

Akhirnya, orang itu membunuhnya sehingga genap 100 jiwa yang telah dibunuhnya. Kemudian dia bertanya lagi tentang orang yang paling berilmu. Ditunjukkanlah dia kepada seorang alim.

Dia berkata, ‘Sesungguhnya aku telah membunuh seratus jiwa, apakah aku masih memiliki kesempatan untuk bertobat?’

Dia (si alim) berkata, ‘Ya, siapa yang menghalangi antara dirimu dan tobat? Pergilah engkau ke sebuah negeri yang cirinya demikian dan demikian, karena masyarakat negeri itu beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla. Beribadahlah engkau kepada Allah ‘azza wa jalla bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu, karena negerimu adalah negeri yang jelek’.” (Muttafaqun ‘alaih)

Perhatikanlah kisah yang mulia ini. Kisah tentang akibat dari salah mengambil rujukan ilmu. Ujungnya menjadikan dia sesat (putus asa dari rahmat-Nya) dan zalim (membunuh). Sebaliknya, orang yang menuntut ilmu dari ahlinya, maka dirinya akan selamat, orang lain juga selamat dari kejelekan dan kejahatannya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits ini mengandung penjelasan bahwa seorang muslim hanya akan bertanya kepada seorang alim yang terpercaya di dalam agama dan keilmuannya, lantas mengambil ilmu darinya. Seorang muslim tidak akan bertanya kepada sembarang orang.” (Fathul Bari, 6/517)

Beliau rahimahullah juga berkata, “Di dalamnya ada penjelasan bahwa kembali kepada para ulama adalah sebab keselamatan dan kebahagiaan.”

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahberkata, “Seorang murid membutuhkan ustadz dari sisi ilmu dan dari sisi amal. Oleh karena itulah, wajib bagi dia untuk betul-betul bersemangat memilih ustadz-ustadz (yang akan dia ambil ilmunya). Hendaknya dia memilih ustadz yang sudah dikenal keilmuannya, dikenal amanah dan agamanya, serta dikenal keselamatan manhaj dan pengarahannya yang benar. Dengan demikian, dia bisa menimba ilmu dari mereka sekaligus belajar dari manhajnya.” (Washaya wa Taujih li Thullabil Ilmi, hlm. 100)

 

Cara Mengenali Ahli Ilmu

Ada tiga cara untuk mengenali ahlul ilmu yang berhak diambil ilmunya.

Orang-orang yang berilmu dan terkenal akan keilmuannya.Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Syu’bahrahimahullah, “Ambillah ilmu dari orang-orang yang masyhur/terkenal.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim di dalam kitab al-Jarh wa Ta’dil, 2/28)

Sebagai permisalan di masa kita adalah seperti asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, asy-Syaikh al-Albani, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, dll.

Bertanya pada ahlul ilmi pada zaman tersebut.Orang-orang yang masyhur bahwa dia menuntut ilmu di majelis-majelis para ulama.

Syu’bah berkata, “Ambillah ilmu dari orang-orang yang terkenal (keilmuannya).” (Diriwayatkan oleh al-Khatib di dalam al-Kifayah,hlm. 161)

Ibnu Aun rahimahullah berkata, “Tidak boleh diambil ilmu ini kecuali dari orang-orang yang dipersaksikan dengan menuntut ilmu.”

 

Orang-Orang yang Tidak Boleh Diambil Ilmunya

Asy-Syaikh Ahmad bin Umar bin Salim Bazmul hafizhahullahberkata, “Memerhatikan keadaan orang-orang yang berbicara di majelis untuk memberi faedah kepada orang lain akan membuahkan pembeda yang akan memilah antara orang-orang yang berhak diambil ilmunya dan yang tidak berhak.”

Ibnu Sirin berkata rahimahullah, “(Salaf) dahulu tidak bertanya tentang sanad. Tatkala terjadi fitnah, mereka berkata, ‘Sebutkanlah kepada kami para perawi kalian.’ Setelah itu diteliti, perawi-perawi dari Ahlus Sunnah diambil haditsnya. Adapun perawi-perawi dari kalangan ahli bid’ah tidak diambil haditsnya.”

Sungguh, sebagian orang asing telah mengaku-aku berilmu. Sebagian ahlul bid’ah dan pengekor hawa nafsu juga telah berbicara di majelis-majelis untuk memberi faedah kepada umat (dengan bid’ahnya). Orang yang sebenarnya lebih membutuhkan ilmu dan dakwah daripada orang-orang yang bodoh, sudah berani naik mimbar. Sungguh, salaf ash-shalih telah memperingatkan umat dari mereka.

Ahlul ilmi dan iman yang mengikuti salaf ash-shalih dengan baik senantiasa mentahdzir umat dari orang yang semacam ini dan melarang mengambil ilmu darinya disebabkan bahaya mereka terhadap masyarakat dan kesesatan serta penyimpangan yang muncul darinya.

Selanjutnya, asy-Syaikh Ahmad Bazmul menjelaskan bahwa kita bisa menyimpulkan tentang sebab-sebab pokok orang yang tidak berhak diambil ilmunya.

Jahil (orang bodoh)Menyelisihi kebenaran karena syahwat dan syubhat

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah menggolongkan ulama menjadi tiga.

Orang yang berilmu tentang Allah ‘azza wa jalla (nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang mulia), tetapi tidak berilmu tentang perintah (syariat) Allah ‘azza wa jalla.Orang yang berilmu tentang perintah Allah ‘azza wa jalla dan berilmu tentang syariat-Nya. Orang ini adalah yang takut terhadap Allah ‘azza wa jalla dan itulah orang alim yang sempurnaOrang berilmu tentang syariat Allah ‘azza wa jalla, namun tidak berilmu tentang Allah ‘azza wa jalla. Ini adalah orang yang tidak takut terhadap Allah ‘azza wa jalla, dan dialah alim yang jahat. (Syarh Qaul Ibni Sirin, hlm. 121—122)

Syaikhul Islam berkata, “Setiap muslim wajib memerhatikan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya lantas mengamalkannya. Dia juga wajib memerhatikan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya lantas meninggalkannya. Inilah jalan Allah‘azza wa jalla dan agama-Nya, yaitu ash-shirath al-mustaqim.Jalan orang-orang yang telah dikaruniai nikmat oleh Allah ‘azza wa jalla, dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

Ash-shirath al-mustaqim adalah jalan yang menggabungkan antara ilmu dan amal. Ilmu yang syar’i dan amal yang syar’i. Barang siapa telah berilmu, namun tidak mengamalkan ilmunya, berarti dia adalah orang yang jahat. Barang siapa beramal tanpa ilmu, berarti dia sesat.” (Majmu’ Fatawa, 11/26)

Mudah-mudahan Allah ‘azza wa jalla senantiasa melimpahkan hidayah taufik kepada kita sehingga terkumpul pada diri kita semua dua hal yang mulia, yaitu ilmu dan amal.

Amin.

Read more ...

AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Haruskah dijadikan rujukan dalam beragama?

AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Haruskah dijadikan rujukan dalam beragama?

BY ADMIN · APRIL 29, 2010

Buletin Islam AL ILMU Edisi: 20 /V/VIII/1431

Para pembaca, semoga Allah  senantiasa membimbing kita untuk selalu taat kepada-Nya. Kajian kita kali ini diawali dengan suatu pertanyaan yang mungkin membuat para pembaca sedikit mengernyitkan dahi. Hal ini dikarenakan adanya konsekuensi yang cukup berat di balik jawaban dari pertanyaan tersebut. Suatu jawaban yang akan mengisyaratkan sikap mental dan prinsip kita dalam beragama. Untuk itu, mari kita kaji lebih mendalam istilah tersebut.

Pengertian Ahlus Sunnah wal Jama’ah
1. Definisi As-Sunnah
As-Sunnah secara bahasa adalah jalan yang ditempuh atau cara pelaksanaan suatu amalan, baik dalam perkara kebaikan maupun kejelekan. (Fathul Bari, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqolany rahimahullah, jilid 13)
Adapun pengertian dalam istilah syari’ah adalah petunjuk dan jalan di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya berada di atasnya, baik dalam hal ilmu, ‘aqidah, ucapan, ibadah, akhlaq maupun mu’amalah. Sunnah dalam makna ini wajib untuk diikiuti. (Al-Washiyyah Al-Kubra fi ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, hal.23)
Jadi makna As-Sunnah di sini bukan seperti dalam pengertian ilmu fiqih, yaitu: suatu amalan yang apabila dikerjakan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.
2. Definisi Al-Jama’ah
Al-Jama’ah, secara bahasa, berasal dari kata “Al-Jam’u” dengan arti mengumpulkan yang bercerai-berai. (Qamus Al-Muhith, karya Al-Fairuz Abadi rahimahullah)
Adapun secara istilah syari’ah berarti orang-orang terdahulu dari kalangan shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan para pengikut mereka hingga Hari Kiamat. Mereka berkumpul dan bersatu di atas Al-Haq (kebenaran) yang bersumber dari Al-Kitab dan As-Sunnah, serta para imam mereka. (Al-I’tisham, karya Al-Imam Asy-Syathibi rahimahullah, I/28)
Dari penjelasan diatas, maka Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang konsisten berpegang teguh dengan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka adalah dari kalangan shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Tabi’in (murid para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam), Tabi’ut Tabi’in (murid para Tabi’in), dan para imam yang mengikuti mereka, serta orang-orang yang mengikuti jalan mereka hingga hari Kiamat dalam perkara ‘aqidah, ucapan, dan amalan. (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyah, karya Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafyrahimahullah, hal. 33)

Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang paling antusias dalam merujuk kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam berdasarkan pada pemahaman para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini adalah PRINSIP UTAMA dalam agama ini dan merupakan satu-satunya kunci bagi umat ini untuk bersatu dan terhindar dari perpecahan. Hal ini ditegaskan dan ditekankan oleh Ar-Rasul  shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap bertaqwa kepada Allah dan senantiasa mendengarkan dan taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habsyi. Barangsiapa di antara kalian yang hidup (berumur panjang), niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib bagi kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Kulafa’ur Rosyidin. Gigitlah sunnah itu dengan gigi-gigi geraham kalian (peganglah kuat-kuat–red). Dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, kecuali An-Nasa’i)
Dan dalam riwayat An-Nasa’i disebutkan bahwa Rasulullah  bersabda: ”dan setiap kesesatan akan masuk An-Nar (neraka).”
Ar-Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskan tentang adanya satu kelompok yang diselamatkan oleh Allah, dan satu-satunya yang selamat dari An-Nar (neraka). Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat (murid beliau) Mu’awiyah bin Abu Sufyanradliyallahu ‘anhuma:

”Ketahuilah bahwa Ahlul Kitab sebelum kalian telah terpecah belah menjadi 72 golongan, dan sungguh umat ini juga akan terpecah menjadi 73 golongan. Yang 72 golongan di dalam neraka. Dan satu golongan di dalam Al-Jannah (surga), mereka itu adalah Al-Jama’ah.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Ad-Darimi dan Al-Hakim. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 203-204, I/404).
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa para shahabat radliyallahu ‘anhum bertanya: ”Siapakah Al-Jama’ah itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah  menjawab: ”Mereka adalah orang-orang yang berada di atas apa yang aku dan para shahabatku pada hari ini berada di atasnya (manhaj, aqidah, ibadah, mu’amalah, dan akhlaq yang islami–red).” (HR. Ath-Thabaranidi Al-Mu’jam Ash-Shaghir, I/256)
Dari hadits-hadits tersebut, Rasulullah  menegaskan bahwa satu-satunya ”solusi” agar umat selamat (terhindar) dari perpecahan, kebinasaan, kesesatan adalah hanya dengan mengembalikan segala urusan agama kepada ”Sunnah” beliaushallallahu ‘alaihi wasallam dan ”Sunnah” para shahabatradliyallahu ‘anhum. Berpegang teguh dengan ”Sunnah” para Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bermakna mengembalikan semua pemahaman terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah (Al-Hadits) kepada pemahaman mereka, karena di tengah-tengah merekalah ayat-ayat Al-Qur’an turun dan mereka mendengar langsung pengertiannya dari Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam.
Terlalu banyak untuk disebutkan di sini ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits yang mengabarkan tentang tingginya keutamaan dan kedudukan para Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamdi sisi Allah  dan Rasul-Nya . Mereka adalah manusia terbaik setelah Ar-Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Terbaik dalam segala hal dalam urusan agama ini, ilmu, iman, taqwa, pemahaman, pengamalan, pembelaan terhadap agama ini, dsb. Untuk itulah kita diperintahkan mengikuti petunjuk dan jalan mereka. Bahkan, barangsiapa mengikuti jalan selain jalannya para shahabat , niscaya Allah  akan biarkan dirinya tenggelam dalam kesesatan. Allah  berfirman dalam Al-Qur`an surat An-Nisa: 115, yang artinya:
”Barangsiapa menentang Ar-Rasul setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan selain jalannya kaum mukminin, maka Kami biarkan dia leluasa bergelimang dalam kesesatan (berpaling dari kebenaran), dan Kami masukkan dia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali.”
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah lainnya menjelaskan bahwa ‘jalannya kaum mukminin’ dalam ayat di atas maksudnya adalah jalannya para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebutan lain dari Ahlus Sunnah
As-Salafy Adalah nama lain dari Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Begitu juga Al-Firqatun Najiyah, Ath-Thaifah Al-Manshurah.
Istilah “As-Salafy” atau “Salafy” atau “As-Salafus Shalih” sebenarnya merupakan istilah syar’iyyah (sesuai dengan syariat Islam). Istilah tersebut bukanlah slogan keduniaan yang berkenaan dengan politik, sosial, ekonomi ataupun yang lainnya. Bukan pula nama bagi individu, organisasi, yayasan, partai ataupun aliran-aliran tertentu yang mengatasnamakan Islam.
Arti ‘Salaf’ secara bahasa adalah ‘pendahulu’ bagi suatu generasi (kamus Al-Muhith). Sedangkan dalam istilah syariah berarti orang-orang pertama yang memahami, mengimani, memperjuangkan, serta mengajarkan Islam yang diambil langsung dari shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in. Istilah yang lebih lengkap bagi mereka ini ialah ‘As-Salafus Sholih’ (para pendahulu yang sholih–red). (Al-Aqidah As-Salafiyah baina Al-Imam Ibnu Hanbal wal Imam Ibnu Taimiyyah, karya Dr. Sayyid Abdul Aziz As-Sily, hal.25-28)
Sedangkan seorang muslim yang mengikuti pemahaman ini dinamakan ‘Salafy’ atau ‘As-Salafy’ (majalah As-Shalah, no. 9, halaman 86-90, keterangan Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah)
Penggunaan istilah ‘Salaf’ atau ’Salafy’ sebenarnya bukanlah hal asing atau sesuatu yang baru dalam agama ini. Istilah ini banyak kita jumpai dalam kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sejak dahulu.
Selain disebut As-Salafy, Ahlus Sunnah wal Jama’ah, disebut juga dengan Al-Firqatun Najiyah (kelompok yang selamat) atau juga Ath-Thaifah Al-Manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan). Mereka senantiasa ada pada setiap generasi untuk membimbing umat ini. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim:

“Akan senantiasa ada dari umatku (tiap generasi) sekelompok orang yang selalu tampak di atas Al-Haq, tidak akan menyusahkan mereka orang-orang yang meninggalkan mereka sampai datang keputusan Allah (Hari Kiamat).”
Merekalah Al-Firqatun Najiyah Al-Manshurah. Para imam besar ahlus sunnah (semisal Al-Imam Asy-Syafi’i, Ahmad, Abdullah Ibnul Mubarak,  Al-Bukhari, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Ajurry, An-Nawawi, dan lain-lain) sepakat bahwa mereka adalah para ulama ‘Ahlul Hadits’.
Ahlul Hadits adalah para ulama besar di jamannya. Merekalah yang paling berhak untuk dijadikan rujukan pada setiap permasalahan dalam agama ini, karena mereka adalah golongan yang paling kuat hujjahnya, paling tahu tentang Al-Qur’an sebagaimana dikatakan oleh ‘Umar ibnul Khotthob : “Akan ada sekelompok orang yang mendebat kamu dengan syubhat-syubhat (kerancuan pemahaman) yang mereka ambil dari Al-Qur’an, maka bungkamlah syubhat-syubhat mereka itu dengan Sunnah (hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam), karena orang yang tahu tentang sunnah/hadits adalah orang yang paling tahu tentang Al-Qur’an.” (Diriwayatkan oleh Al-Ajurry dalam Asy-Syari’ah, hal. 48, dan kitab lainnya).
Demikianlah para pembaca yang mulia, berdasarkan pada keterangan-keterangan di atas, maka Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah satu-satunya yang akan mendapatkan pertolongan Allah dan selamat dari siksa api neraka. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk meniti jejak mereka, baik dalam masalah manhaj, aqidah, ibadah, akhlaq, atau mu’amalah. Tidak ada pilihan yang lain. Karena mereka tidaklah ber-ta’ashshub (fanatik) kepada pendapat seseorang/organisasi tertentu, kecuali hanya kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka adalah satu dan kokoh diatas satu prinsip, walaupun tempat mereka berbeda-beda dan tersebar di berbagai negeri.
Alhamdulillah, di masa kita sekarang ini sangat mudah untuk mendapatkan bimbingan dari para ulama Ahlul Hadits (Ahlus Sunnah). Kitab-kitab mereka tersebar di berbagai pelosok negeri, bahkan dari tulisan para imam As-Salafus Shalih yang terdahulu hingga para ulama Ahlul Hadits di masa ini.
Semoga Allah  senantiasa membimbing kita diatas “Ash-Shirathal Mustaqim”. Yaitu jalannya orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dari kalangan para Nabi, shahabatnya dan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai pewaris dan penjaga risalah Ilahi… Amin.
Wallahu a’lam bish showab.

Read more ...

KEISLAMAN George bin Todzira (panglima Bizantiyum) dan kematiannya diatas Islam


⏳KEISLAMAN George bin Todzira (panglima Bizantiyum) dan kematiannya diatas Islam 💐
-----------------------------

🌿Memang hidayah itu istimewa. Ia mahal dan berharga. Kedudukan dan status sosial bukanlah ukuran mendapatkannya. Gelimang harta bukanlah sarana bisa mendapatkannya. Terkadang, ia pun datang di saat yang tak disangka. Ia datang di saat yang menyerunya mungkin sudah putus asa. Ia datang, kadang di saat musibah. Dan ia datang ketika permusuhan sudah mencapai puncaknya.

Seperti kisah George Todzira. Hidayah datang padanya justru saat ia tengah siap berperang.

George bin Todzira adalah panglima pasukan Bizantium. Di Perang Yarmuk, ia memimpin pasukan Roma, berperang menghadapi umat Islam yang dipimpin oleh Khalid bin al-Walid. Sebelum pecah pertempuran, terjadi kejadian yang menarik. George berdialog dengan Khalid hingga ia memeluk Islam dan berpindah posisi menjadi pasukan kaum muslimin.

Dalam kondisi demikian, bayangkan apa yang dirasakan pasukan Romawi Bizantium saat itu? Tentu moral pertempuran mereka kaget dan mengendur. Dan pastinya, George adalah orang pertama yang hendak mereka bunuh.

💥Ketika pasukan tengah bertemu, George memanggil Pedang Allah, Khalid bin al-Walid. Khalid pun keluar dari pasukan, dan Abu Ubaidah menggantikan posisinya. Di tengah ribuan pasukan, kedua panglima perang itu berdiri berhadap-hadapan. Hingga leher tunggangan mereka bertautan.

George berkata,
“Wahai Khalid, jawablah pertanyaanku dengan jujur. Jangan berbohong, karena orang yang merdeka tidak pantas berbohong. Jangan pula kau tipu aku, karena orang yang mulia tidak akan menipu”.

George melanjutkan,
“Apakah Allah menurunkan pedang dari langit kepada Nabi kalian, lalu ia memberikannya kepadamu? Kemudian tidaklah pedang itu berjumpa dengan suatu kaum, kecuali ia berhasil mengalahkannya?"

“Tidak”, jawab Khalid singkat.

“Lalu mengapa engkau disebut dengan saifullah (Pedang Allah)?”
Tanya George yang benar-benar menginginkan jawaban.

Khalid menjawab,
“Sesungguhnya Allah ﷻ mengutus Nabi-Nya ke tengah-tengah kami. Ia mendakwahi kami, namun kami semua lari tak mengacuhkannya. Lalu sebagian kami ada yang membenarkan dakwahnya dan mengikutinya. Sementara yang lain menjauhi dan mendustakannya. Aku termasuk orang yang menjauhi, mendustakan, dan memeranginya. Setelah itu, Allah memberi hidayah kepada kami. Kami pun mengikuti ajarannya. Ia berkata kepadaku, ‘Engkau adalah pedang di antara pedang-pedang Allah yang ia hunuskan kepada orang-orang musyrik. Ia mendoakanku dengan kemenangan. Lalu melaqobiku dengan saifullah. Dari situlah, aku menjadi orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang musyrik”.

“Engkau telah jujur kepadaku”,
sambut George menanggapi penjelasan Khalid.

Lalu ia kembali bertanya kepada Khalid,
“Wahai Khalid, beri tahu aku, apa engkau serukan padaku?”

“Kepada persaksian bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Dan meyakini bahwa apa yang ada padanya (wahyu) adalah dari sisi Allah”
Khalid menerangkan risalah Islam kepada George.

“Kalau orang tidak menerima seruan kalian itu?” tanya George.

“Jizyah menjamin mereka”, jawab Khliad.

“Bagaimana kalau mereka tidak mau menyerahkannya (jizyah)?" tanya George.

“Kami perangi mereka” jawab Khalid

“Bagaimana kedudukan orang-orang yang menerima seruan kalian?”
tanya George.

“Kedudukan kami sama (setara) dalam kewajiban-kewajiban yang Allah perintahkan kepada kami. Baik orang yang mulia atau orang biasa. Baik yang awal (memeluk Islam) dan yang terakhir”
jawab Khalid.

George kembali mengajukan pertanyaan,
“Apakah orang yang hari ini memeluk Islam –wahai Khalid- sama pahala dan ganjarannya?”

“Iya, bahkan bisa jadi lebih utama”,
jawab Khalid.

Dengan nada heran, George kembali bertanya,
“Bagaimana bisa ia sama dengan kalian, padahal kalian lebih dulu memeluk Islam?”

“Kami memeluk Islam dan berbaiat kepada nabi kami, di saat kami menjumpainya. Datang padanya kabar-kabar tentang kitab-kitab, lalu ia memperlihatkan tanda-tanda (kebesaran Allah) pada kami. Orang yang melihat apa yang kami lihat dan mendengar apa yang kami dengar membenarkannya, berislam, dan membaiatnya. Adapun kalian, kalian belum pernah menjumpai apa yang kami jumpai. Belum pernah mendengar apa telah kami dengar berupa mukjizat dan hujjah. Kalau kalian memeluk Islam dengan tulus dan sebenar-benarnya. Tentu lebih baik dari kami."
Jawab Khalid berusaha mengurai kebingungan George.

“Demi Allah, engkau berkata jujur, tidak menipuku, dan tidak berpura-pura padaku kan?”
tanya George berusaha mendapatkan jawaban yang pasti.

Khalid menjwab,
“Demi Allah, aku telah berucap jujur padamu. Aku tidak berkepentingan apapun padamu atau salah seorang dari kalian. Sesungguhnya Allah menjadi saksi atas apa yang engkau tanyakan padaku.”

George berkata, “Engkau telah jujur padaku.”

Saat itu, George yang masih dalam persiapan berperang mulai luluh hatinya tatkala mendengar penjelasan dan seruan Khalid bin al-Walid. Hatinya bergetar dan cenderung kepada Khalid. Kemudian, di tengah medan perang dan posisi siap berperang,

💥George mengucapkan perkataan yang mengejutkan, “Ajarkanlah aku tentang Islam”,
pintanya.

🏕Lalu Khalid mengajaknya ke tendanya. Menyediakan air untuknya bersuci. Kemudian George menunaikan shalat dua rakaat. George telah memeluk Islam. Khalid bin al-Walid dan para sahabat Nabi memberikan teladan bahwa berangkat ke medan perang bukanlah semata-mata untuk membunuh orang. Tapi tujuan utamanya adalah memberikan hidayah. Inilah bedanya jalan para sahabat dengan orang-orang yang terlibat aksi terorisme. Tujuan mereka membunuh, bukan memberi hidayah.

👞👟Keluar dari Bizantium dengan permusuhan yang memuncak dan memimpin pasukan untuk memerangi Islam dan kaum muslimin, ternyata saat itulah hidayah datang kepadanya. Oleh karena itu, janganlah kita berputus asa. Sebagaimana Khalid masih mengharapkan hidayah kepala pasukan yang hendak membunuh dan memeranginya.

👆George berbalik posisi. Ia berdiri di sebelah Khalid untuk memerangi pasukan Bizantium. Dalam perang itu ia menderita luka parah dan menemui syahidnya di medan Yarmuk. Setelah berislam, ia hanya satu kali melakukan shalat, dan sujud dalam dua rakaat. Kemudian ia gugur di medan jihad.

🍃Benarlah apa yang Khalid ucapkan, bisa jadi orang yang baru memeluk Islam dan sedikit amalnya lebih unggul dibanding orang yang terlahir sebagai seorang muslim. George hanya menunaikan satu kali shalat dalam hidupnya, namun ia mendapatkan kemuliaan jihad di jalan Allah. Menjemput kematian sebagai seorang syuhada, insya Allah.

📚Sumber:
– Tarikh al-Umam wa –ar-Rusul wa al-Muluk oleh Ibnu Jarir ath-Thabari / Tarikh ath-Thabari

✏️_ Abu Utsman Umar alFaruq

🌾 KASYAF
      @karyasyababdaarussalaf

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Turut menyebarkan:
WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`
channel telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

••✿❁✿✿❁✿✿❁✿✿❁✿••

Read more ...