Popular Posts

Sunday, 7 August 2016

YANG DIBUTUHKAN SEORANG HAMBA KETIKA MENGERJAKAN IBADAH

Salafy Indonesia:
✋🏻💡🌷💧 YANG DIBUTUHKAN SEORANG HAMBA KETIKA MENGERJAKAN IBADAH

🔊... Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata dalam ‘Uddatush Shabirin hal. 52:

☝🏻 “Seorang hamba di sini membutuhkan kesabaran dalam tiga keadaan:

⏩ Pertama: Sebelum memulainya, yaitu dengan memperbaiki niat dan keikhlasan, menjauhi sebab-sebab yang menyeret kepada riya’ dan sum’ah, mengikat erat tekat kuat untuk memenuhi hak-hak perkara yang diperintahkan.

⏩ Kedua: Bersabar ketika beramal, yaitu dengan seorang hamba terus bersabar dari hal-hal yang menyebabkan kekurangan dan sikap menyia-nyiakan atau menelantarkan atau kurang memperhatikan amal dengan baik, terus bersabar untuk selalu menyertai amal dengan niat, menghadirkan hati di hadapan yang disembah (Allah Azza wa Jalla), dan tidak melupakan-Nya ketika menjalankan perintah-Nya.

✊🏻 Jadi perkaranya tidak hanya sebatas melakukan sesuatu yang diperintahkan, bahkan perkara terpenting adalah tidak melupakan pemberi perintah (Allah Azza wa Jalla) ketika menjalankan perintah-Nya, bahkan mengingat-Nya selalu menyertai ketika mengerjakan perintah-Nya.

👋🏻 Jadi seperti inilah ibadah hamba-hamba yang ikhlash kepada Allah, sehingga membutuhkan kesabaran untuk memenuhi hak ibadah dengan cara menegakkan penunaiannya, rukun-rukunnya, serta hal-hal yang wajib dan yang nafilah padanya. Juga bersabar untuk selalu mengingat yang disembah ketika mengerjakannya, dan ibadah kepada-Nya tidak menyibukkan atau melalaikan hati dari mengingat-Nya.
Jadi hadirnya hatinya bersama Allah tidak menelantarkan penghambaan kepada-Nya dengan anggota badannya, dan perbuatan anggota badan dalam menunaikan penghambaan kepada-Nya tidak mengosongkan hatinya dari merasa hadir di hadapan-Nya.

⏩ Ketiga: Bersabar setelah selesai mengerjakan amal.

☝🏻💧Hal ini dengan melakukan tiga hal:

🔹1. Menyabarkan dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa menggugurkan amalnya.

Allah Ta’ala berfirman:

🌱 “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menggugurkan pahala shadaqah kalian dengan cara mengungkit-ungkitnya dan menyakiti hati pihak yang menerimanya.” (QS. Al-Baqarah: 264)

🔘 Jadi perkaranya tidak sebatas menjalankan ketaatan, tetapi yang lebih penting dari itu adalah menjaganya dari hal-hal yang bisa menggugurkan pahalanya.

🔹 2. Bersabar untuk tidak melihatnya (senang dan merasa telah melakukannya dengan baik -pent), merasa ujub dengannya, takabbur, serta merasa besar dan mulia karena telah melakukannya. Karena ini semua lebih membahayakan dirinya dibandingkan banyak melakukan berbagai kemaksiatan yang nampak.

🔹 3. Bersabar untuk tidak memindahkannya dari catatan yang sifatnya rahasia ke catatan yang sifatnya nampak terang-terangan. Karena seorang hamba ketika melakukan amal secara rahasia antara dirinya dengan Allah, amal tersebut dicatat pada catatan amal yang siftanya rahasia. Maka jika dia menceritakannya, dipindahlah ke catatan amal yang sifatnya terang-terangan. Jadi jangan disangka bahwa lembaran kesabaran akan terlipat dengan selesainya amal.”

📚 Sumber artikel:  Dzammur Riya’ wa Ahlih, karya Asy-Syaikh Yasin bin Ali Al-Adny, hal. 26-27.

💻 WSI || http://forumsalafy.net/yang-dibutuhkan-seorang-hamba-ketika-mengerjakan-ibadah/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Read more ...

PENGERTIAN SYIRIK KECIL

Salafy Indonesia:
📁❓💥✊🏻 PENGERTIAN SYIRIK KECIL

📝 Faedah-faedah yang berguna dalam masalah tauhid dan akidah.

💧 Pengertian syirik kecil.

📢... Imam Ahli tafsir Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di (wafat 1376) rahimahullah dalam kitab Al-Qaul as-Sadiid berkata:

✋🏻 Syirik kecil itu adalah segala perkataan dan perbuatan yang bisa mengantarkan kepada kesyirikan, seperti berbuat ekstrim terhadap para makhluk yang tidak sampai pada tingkatan ibadah, seperti bersumpah dengan selain Allah, riya yang ringan dan semisal itu.

👋🏻 Maka apabila syirik itu :
* menafikan tauhid
* mengharuskan masuk neraka dan kekal di dalamnya
* diharamkan dari surga jika syiriknya itu besar
* tidak terwujud kebahagiaan kecuali jika selamat darinya.

☝🏻 Maka wajib bagi seorang hamba :
# untuk takut dari kesyirikan dengan sebesar-besar ketakutan
# dan berusaha untuk lari menjauhinya, dari jalan-jalannya, dari perantara-perantaranya, dari sebab-sebabnya
# dan ia meminta kepada Allah agar ia  diselamatkan darinya, sebagaimana para nabi, orang-orang pilihan dan orang-orang terbaik melakukan melakukan hal itu.

👉🏻 Maka wajib bagi seorang hamba untuk bersungguh-sungguh dalam menumbuhkan keikhlasan dalam hatinya dan menguatkannya. Yang demikian itu dengan menyempurnakan ketergantungan kepada Allah dalam penghambaan, inabah, rasa takut, pengharapan, ketamakan dan tujuan meraih ridha dan pahala-Nya dalam segala apa yang diperbuat seorang hamba dan yang ia tinggalkan dari perkara-perkara lahiriyah dan batiniyah.

✊🏻 Maka sesungguhnya keikhlasan itu dengan tabiatnya akan bisa menolak syirik besar dan kecil.

💥 Dan setiap orang yang terjatuh ke dalam satu jenis kesyirikan itu disebabkan karena lemahnya keikhlasannya.”

***

📚 Sumber: Al-Qaul as-Sadid fi maqashid at-Tauhid. Karya Ibnu As-Sa’diy rahimahullah hal.32.

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/pengertian-syirik-kecil/

⚪ WhatsApp Salafy Cileungsi
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💧💧💧💧💧💧💧💧💧💧💧

Read more ...

OBAT UNTUK MEMBERSIHKAN RIYA’

Salafy Indonesia:
💥🌺❌🌹 OBAT UNTUK MEMBERSIHKAN RIYA’

📃 Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah

📫 Pertanyaan: Saya bertanya tentang obat yang bisa membersihkan riya’?

🔓Jawaban: Demi Allah wahai saudaraku, engkau telah menanyakan perkara yang besar.

⏩ Pertama hendaklah engkau memperbanyak doa, hendaknya engkau berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar mengkaruniakan keikhlasan kepadamu dan membersihkan dirimu dari bala ini. Dan setiap muslim hendaknya berdoa kepada Rabbnya Subhanahu wa Ta’ala agar membersihkan dirinya dari kesyirikan walaupun yang sedikit kadarnya, apalagi yang banyak. Karena sebagaimana yang telah kita katakan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, bisa jadi riya’ tersebut akan menggugurkan amal secara keseluruhan, atau mengurangi pahalanya. Maka wajib atas seorang hamba untuk semangat berdoa, karena Allah Jalla wa Ala berfirman:

﴿فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْ لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا﴾

“Maka barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia beramal shalih dan jangan menyekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan seorang pun.” (QS. Al-Kahfi: 110)

✊🏻 Dan Nabi shallallahu alaihi was sallam telah menjelaskan bahaya syirik asghar (syirik kecil) yaitu riya’, dan ini merupakan perkara yang paling beliau khawatirkan akan menimpa kita, dan dia lebih samar dibandingkan rayapan semut hitam di atas batu hitam di malam yang gelap gulita. Jadi dia sangat tersembunyi, oleh karena itulah banyak manusia yang tidak mewaspadainya sehingga menjalar kepada mereka.

💧Perkara terbesar yang bisa engkau gunakan untuk mengobatinya adalah dengan engkau menghisab dirimu:

▪ Apa yang bisa dilakukan untukmu oleh orang yang engkau berbuat riya’ kepadanya dengan amalmu itu?

▪ Balasan apa yang akan dia berikan kepadamu?

✋🏻 Ingatlah hal ini selalu dan renungkanlah!

▪ Balasan apa yang akan diberikan kepadamu oleh orang yang engkau berbuat riya’ kepadanya dengan amal shalihmu tersebut?

▪ Apakah dia bisa membela dirimu dari adzab Allah sedikit saja?

☝🏻 Ingatlah selalu firman Allah Tabaraka wa Ta’ala kepadamu pada hari kiamat nanti:

فَهُوَ لِلَّذِيْ أَشْرَكَ.

“Amalnya yang disertai riya’ tersebut untuk yang dia jadikan sekutu selain Allah.”  (Asal hadits ini adalah riwayat Muslim no. 2985, namun dengan lafazh ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Al-Albany rahimahullah berkata dalam Shahih Sunan Ibnu Majah III/371 no. 3406: “Shahih.” –pent)

📢 Kita memohon keselamatan kepada Allah.

🌺 Jika engkau merenunginya maka insya Allah hal itu akan mewariskan kepadamu untuk berusaha mengobati hatimu, muhasabah (instropeksi), dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membebaskan diri dari bencana besar ini.

✊🏻 Jadi dengan selalu mengingat dan merenungkan keagungan Allah Jalla wa Ala Yang kita ibadahi yang hanya kepada-Nya saja ibadah boleh ditujukan, merenungkan bahwa perbuatan yang engkau lakukan karena riya’ untuk orang tersebut akan menghancurkan dirimu, dan engkau tidak akan menjumpai selain kecelakaan dan kebinasaan pada hari kiamat nanti, ini semua insya Allah Ta’ala yang akan membantumu untuk ikhlash dalam beribadah.

📚 Sumber artikel || http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54349

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/apakah-obat-untuk-membersihkan-riya/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Read more ...

BAHAYA UJUB

Salafy Indonesia:
💥🚫🔥✊🏻 BAHAYA UJUB

📑 Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

“Diantara tanda kembalinya seorang hamba kepada Allah dengan benar adalah; tidak merendahkan orang-orang yang berkubang dalam kelalaian dan tidak mengkhawatirkan keadaan mereka dalam keadaan di saat yang sama engkau membuka pintu harapan bagi dirimu, maksudnya engkau mengharapkan rahmat bagi dirimu dan mengkhawatirkan adzab akan menimpa orang-orang yang tenggelam dalam kelalaian itu.

✋🏻 Yang tepat adalah; harapkanlah rahmat untuk mereka dan takutlah jangan sampai justru engkaulah yang akan tertimpa adzab. Kalaupun terpaksa mencela mereka maka hendaklah engkau lebih keras mencela dirimu dibandingkan celaan terhadap mereka dan lebih mengharapkan rahmat Allah bagi mereka dibandingkan untuk dirimu.”

📚 Sumber || Hayaatus Salaf, hal. 782

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Read more ...

DIANTARA KIAT MERAIH IKHLAS DAN MENGHINDARI UJUB

Salafy Indonesia:
🌺💡✊🏻🔥 DIANTARA KIAT MERAIH IKHLAS DAN MENGHINDARI UJUB

Al-Imam adz-Dzahaby rahimahullah berkata:

ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد، فإن أعجبه كلامه فاليصمت، فإن أعجبه الصمت فلينطق، ولا يفتر عن محاسبة نفسه فإنها تحب الظهور والثناء.

"Sepantasnya bagi seorang ulama untuk berbicara dengan niat dan tujuan yang baik. Lalu jika dia merasa kagum dengan ucapannya maka hendaklah dia diam, namun jika dia merasa kagum dengan dengan diamnya maka hendaklah dia berbicara. Dan dia jangan merasa bosan untuk introspeksi diri, karena tabiat jiwanya adalah mencintai popularitas dan sanjungan."

📚 Siyar A'lamin Nubala', jilid 4 hal. 494

🌍 Akun twitter asy-Syaikh Arafat al-Muhammady hafizhahullah

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Read more ...